Balita-Anda Online
Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Balita
Balita-Anda

Login Anggota

Anggota Online

Kami memiliki 21 tamu online
Tidak ada
     
    
Home Psikologi Rasional Penggunaan Tes Psikologi dan Terapi Untuk Anak
Rasional Penggunaan Tes Psikologi dan Terapi Untuk Anak PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Ditulis oleh Administrator dari Gopina Goham   
Senin, 15 Februari 2010 05:11

www.balita-anda.com-psychologiSebenarnya, senjatanya Psikolog itu bukan tes lho. Ada dua senjata utama psikolog : anamnesa dan observasi. Dengan dua keterampilan  tersebut, Psikolog bisa memberikan 'working diagnosis' yang akan digunakan untuk menegakkan diagnosis.

Jadi kapan seorang anak perlu di tes psikologi? jawabnya adalah JIKA PERLU. Ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ) terhadap seorang anak. Pertama, jika ada pihak lain yang memerlukan hasil pengetesan.  Biasanya, ini terjadi bila anak harus menjalani evaluasi psikologis sebagai persyaratan masuk ke sekolah atau sebagai informasi bagi pihak  guru untuk menganalisis dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak di sekolah. Kedua, jika ternyata kasus yang dihadapi seorang  anak berkaitan dengan aspek kecerdasannya. Bila tidak diperlukan angka kecerdasannya, maka tidak perlu suatu tes.

Tes psikologi banyak macamnya. Ada tes kecerdasan, ada tes kepribadian. Untuk anak, ada 2 tes kecerdasan standar internasional yang biasa  digunakan di Indonesia, terutama untuk anak usia sekolah. Skala Stanford-Binet (SB) dan Skala Wechsler. Di luar dua jenis skala tersebut,  biasanya adalah skala tes buatan yang belum terstandardisasi secara baku. Cara pengetesan terhadap anak harusnya berlangsung secara  individual. Karena, anak memerlukan situasi pengetesan yang baik agar hasilnya optimal. Selain itu, psikolog juga tetap melakukan observasi  terhadap cara kerja anak. Jadi, hasilnya tidak melulu karena angka, tapi juga meliputi hasil pengamatannya. Pelaksanaan yang individual  tentunya akan mempengaruhi harga. Akan beda harga yang dikenakan bila pelaksanaan tes klasikal seperti seleksi karyawan. Ada variabel  waktu pelaksanaan yang harus diperhitungkan.

Tes kepribadian untuk anak, macamnya juga tidak sedikit. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang dengan menggambar, bercerita, atau  menuliskan cerita. Gunanya adalah sebagai alat bantu bagi Psikolog untuk melakukan evaluasi terhadap aspek kepribadian anak yang   berpengaruh bagi pola interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Kapan diperlukan tes kepribadian? Sama dengan tes kecerdasan, yaitu  jika perlu. Namun, biasanya, untuk memahami seorang anak, Psikolog akan melakukan analisis secara keseluruhan dengan   mempertimbangkan aspek kecerdasan dan kepribadiannya.

Terapi adalah salah satu bentuk intervensi terstruktur yang dilakukan agar anak dapat berkembang optimal. Kebanyakan anak mengalami gangguan perkembangan yang berkaitan dengan masalah atensi, perilaku, emosi, bicara, atau ketidakseimbangan sensori. Karena setiap anak   adalah unik, maka gangguannya pun akan sangat unik. Ada faktor lingkungan (baca : keluarga) yang juga berpengaruh pada gangguan yang  dialami oleh anak. Kapan perlu terapi? Sekali lagi, jawabannya adalah : JIKA PERLU. Ada beberapa kasus gangguan yang tidak memerlukan  terapi, karena psikolog menganggap keluarga dapat berperan aktif dan membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya agar optimal. Kalau perlu terapi, maka Psikolog akan menyarankan jenis terapi tertentu. Tidak ada psikolog/dokter yang dapat memperkirakan berapa lama seorang anak akan melaksanakan terapi. Pelaksanaan terapi harus terus dievaluasi oleh Psikolog/Dokter agar perkembangan anak dapat  terarah.

Yang paling penting dalam perkembangan seorang anak adalah lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga dan sekolah. Terapi hanya  bantuan saja, yang penting adalah bagaimana keluarga dan sekolah membantu anak agar ia dapat berkembang optimal.

Sumber: Milis Balita-Anda


Sebenarnya, senjatanya Psikolog itu bukan tes lho. Ada dua senjata utama
psikolog : anamnesa dan observasi. Dengan dua keterampilan tersebut,
Psikolog bisa memberikan 'working diagnosis' yang akan digunakan untuk
menegakkan diagnosis.

Jadi kapan seorang anak perlu di tes psikologi? jawabnya adalah JIKA PERLU.
Ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk
melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ) terhadap seorang anak. Pertama,
jika ada pihak lain yang memerlukan hasil pengetesan. Biasanya, ini terjadi
bila anak harus menjalani evaluasi psikologis sebagai persyaratan masuk ke
sekolah atau sebagai informasi bagi pihak guru untuk menganalisis dan
mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak di sekolah. Kedua, jika
ternyata kasus yang dihadapi seorang anak berkaitan dengan aspek
kecerdasannya. Bila tidak diperlukan angka kecerdasannya, maka tidak perlu
suatu tes.

Tes psikologi banyak macamnya. Ada tes kecerdasan, ada tes kepribadian.
Untuk anak, ada 2 tes kecerdasan standar internasional yang biasa digunakan
di Indonesia, terutama untuk anak usia sekolah. Skala Stanford-Binet (SB)
dan Skala Wechsler. Di luar dua jenis skala tersebut, biasanya adalah skala
tes buatan yang belum terstandardisasi secara baku. Cara pengetesan terhadap
anak harusnya berlangsung secara individual. Karena, anak memerlukan situasi
pengetesan yang baik agar hasilnya optimal. Selain itu, psikolog juga tetap
melakukan observasi terhadap cara kerja anak. Jadi, hasilnya tidak melulu
karena angka, tapi juga meliputi hasil pengamatannya. Pelaksanaan yang
individual tentunya akan mempengaruhi harga. Akan beda harga yang dikenakan
bila pelaksanaan tes klasikal seperti seleksi karyawan. Ada variabel waktu
pelaksanaan yang harus diperhitungkan.

Tes kepribadian untuk anak, macamnya juga tidak sedikit. Bentuknya pun
bermacam-macam, ada yang dengan menggambar, bercerita, atau menuliskan
cerita. Gunanya adalah sebagai alat bantu bagi Psikolog untuk melakukan
evaluasi terhadap aspek kepribadian anak yang berpengaruh bagi pola
interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Kapan diperlukan tes
kepribadian? Sama dengan tes kecerdasan, yaitu jika perlu. Namun, biasanya,
untuk memahami seorang anak, Psikolog akan melakukan analisis secara
keseluruhan dengan mempertimbangkan aspek kecerdasan dan kepribadiannya.

Terapi adalah salah satu bentuk intervensi terstruktur yang dilakukan agar
anak dapat berkembang optimal. Kebanyakan anak mengalami gangguan
perkembangan yang berkaitan dengan masalah atensi, perilaku, emosi, bicara,
atau ketidakseimbangan sensori. Karena setiap anak adalah unik, maka
gangguannya pun akan sangat unik. Ada faktor lingkungan (baca : keluarga)
yang juga berpengaruh pada gangguan yang dialami oleh anak. Kapan perlu
terapi? Sekali lagi, jawabannya adalah : JIKA PERLU. Ada beberapa kasus
gangguan yang tidak memerlukan terapi, karena psikolog menganggap keluarga
dapat berperan aktif dan membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya agar
optimal. Kalau perlu terapi, maka Psikolog akan menyarankan jenis terapi
tertentu. Tidak ada psikolog/dokter yang dapat memperkirakan berapa lama
seorang anak akan melaksanakan terapi. Pelaksanaan terapi harus terus
dievaluasi oleh Psikolog/Dokter agar perkembangan anak dapat terarah.

Yang paling penting dalam perkembangan seorang anak adalah lingkungan yang
paling dekat, yaitu keluarga dan sekolah. Terapi hanya bantuan saja, yang
penting adalah bagaimana keluarga dan sekolah membantu anak agar ia dapat
Sebenarnya, senjatanya Psikolog itu bukan tes lho. Ada dua senjata utama
psikolog : anamnesa dan observasi. Dengan dua keterampilan tersebut,
Psikolog bisa memberikan 'working diagnosis' yang akan digunakan untuk
menegakkan diagnosis.

Jadi kapan seorang anak perlu di tes psikologi? jawabnya adalah JIKA PERLU.
Ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk
melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ) terhadap seorang anak. Pertama,
jika ada pihak lain yang memerlukan hasil pengetesan. Biasanya, ini terjadi
bila anak harus menjalani evaluasi psikologis sebagai persyaratan masuk ke
sekolah atau sebagai informasi bagi pihak guru untuk menganalisis dan
mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak di sekolah. Kedua, jika
ternyata kasus yang dihadapi seorang anak berkaitan dengan aspek
kecerdasannya. Bila tidak diperlukan angka kecerdasannya, maka tidak perlu
suatu tes.

Tes psikologi banyak macamnya. Ada tes kecerdasan, ada tes kepribadian.
Untuk anak, ada 2 tes kecerdasan standar internasional yang biasa digunakan
di Indonesia, terutama untuk anak usia sekolah. Skala Stanford-Binet (SB)
dan Skala Wechsler. Di luar dua jenis skala tersebut, biasanya adalah skala
tes buatan yang belum terstandardisasi secara baku. Cara pengetesan terhadap
anak harusnya berlangsung secara individual. Karena, anak memerlukan situasi
pengetesan yang baik agar hasilnya optimal. Selain itu, psikolog juga tetap
melakukan observasi terhadap cara kerja anak. Jadi, hasilnya tidak melulu
karena angka, tapi juga meliputi hasil pengamatannya. Pelaksanaan yang
individual tentunya akan mempengaruhi harga. Akan beda harga yang dikenakan
bila pelaksanaan tes klasikal seperti seleksi karyawan. Ada variabel waktu
pelaksanaan yang harus diperhitungkan.

Tes kepribadian untuk anak, macamnya juga tidak sedikit. Bentuknya pun
bermacam-macam, ada yang dengan menggambar, bercerita, atau menuliskan
cerita. Gunanya adalah sebagai alat bantu bagi Psikolog untuk melakukan
evaluasi terhadap aspek kepribadian anak yang berpengaruh bagi pola
interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Kapan diperlukan tes
kepribadian? Sama dengan tes kecerdasan, yaitu jika perlu. Namun, biasanya,
untuk memahami seorang anak, Psikolog akan melakukan analisis secara
keseluruhan dengan mempertimbangkan aspek kecerdasan dan kepribadiannya.

Terapi adalah salah satu bentuk intervensi terstruktur yang dilakukan agar
anak dapat berkembang optimal. Kebanyakan anak mengalami gangguan
perkembangan yang berkaitan dengan masalah atensi, perilaku, emosi, bicara,
atau ketidakseimbangan sensori. Karena setiap anak adalah unik, maka
gangguannya pun akan sangat unik. Ada faktor lingkungan (baca : keluarga)
yang juga berpengaruh pada gangguan yang dialami oleh anak. Kapan perlu
terapi? Sekali lagi, jawabannya adalah : JIKA PERLU. Ada beberapa kasus
gangguan yang tidak memerlukan terapi, karena psikolog menganggap keluarga
dapat berperan aktif dan membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya agar
optimal. Kalau perlu terapi, maka Psikolog akan menyarankan jenis terapi
tertentu. Tidak ada psikolog/dokter yang dapat memperkirakan berapa lama
seorang anak akan melaksanakan terapi. Pelaksanaan terapi harus terus
dievaluasi oleh Psikolog/Dokter agar perkembangan anak dapat terarah.

Yang paling penting dalam perkembangan seorang anak adalah lingkungan yang
paling dekat, yaitu keluarga dan sekolah. Terapi hanya bantuan saja, yang
penting adalah bagaimana keluarga dan sekolah membantu anak agar ia dapat
berkembang optimal.
berkembang optimal.

 
    
     
Banner