| menjaga hubungan baik dengan anak meski harus bekerja |
|
|
|
| Selasa, 18 November 2008 18:38 |
|
Menjaga hubungan baik dengan anak meski harus bekerja “ Mama pergi ! mama kerja aja, ga usah pulang!” Atau “ ade ga sayang ama mamah, ade sayangnya ama bibi, mama kerja terus ga nemenin ade maen.” Mungkin anda pernah mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut si kecil, atau setelah selama lebih dari seminggu kita mendapat tugas keluar kota, ketika pulang si kecil sudah memperlakukan kita seperti orang asing bahkan memanggil kita bibi. Miris bukan ?! di tengah tuntutan zaman yang mengharuskan kita bekerja tapi kita juga harus rela mengorbankan anak kita diasuh oleh pengasuh atau neneknya, kita juga mungkin akan mengalami stress menghadapi dilema tersebut. Mau berhenti bekerja bagimana kita bias memenuhi kebutuhan hidup yang semakin lama semakin mahal, tetap bekerja kita harus rela dimusuhi anak kita. Sebenarnya hal tersebut di atas bisa dihindari dengan cara : 1. Usahakan waktu anda dengan si kecil berkualitasBila anda punya waktu libur, gunakan waktu anda dengan sebaik – baiknya untuk bermain atau bercengkrama dengan si kecil. Bila anda benar – benar sibuk, anda harus berusaha meluangkan waktu 1 jam atau 2 jam /hari untuk si kecil. Jangan sering pergi ke tempat permainan game zone karena tidak akan membuat anda lebih dekat dengan si kecil tapi membuat anak anda ketagihan, lakukan perma inan – permainan yang sederhana yang bias dilakukan berdua, seperti main bola, bermain peran, petak umpet dll. 2. Beri pengertian Walaupun anak anda masih kecil tetap beri pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami missal, mama kerja buat nyari uang buat beli susu ade, baju ade, makan ade, kalo mama ga kerja nanti ga punya susu dst 3. Jangan berbohong Jangan pernah berbohong! Walaupun hanya agar anak anda berhenti menangis. Misal anda bilang mama cuma kerja sebentar nanti pulang lagi atau besok ade bias ikut mama ke kantor, sekarang tunggu aja di rumah. Kenyataannya anda bahkan tidak pulang atau anda tidak pernah mengajak anak anda ke kantor. Jangan anggap remeh kebohongan anda, hal itu bias membuat anak anda belajar untuk tidak percaya pada orang lain terutama anda. Dan lama – lama janji anda tidak akan pernah dianggap lagi. 4. Jangan pergi dalam keadaan si kecil menangis Jangan biarkan anak anda menangis saat anda pergi, usahakan anak anda berhenti menangis dulu baru anda pergi. Pastikan anak anda memang siap ditinggalkan 5. Selalu pamit sebelum anda pergi Usahakan pamit ketika anda akan pergi, walaupun si kecil sedang tidur bisikkan pesan anda ke telinganya. Hal ini memberi pemahaman padanya bahwa ibunya tidak akan pergi tanpa sepengetahuannya dan memberi contoh agar ia juga selalu pamit bila akan pergi. Jangan membiasakan anda menyuruh pengasuh menggjak dia main keluar sedang anda diam – diam pergi ke kantor. 6. Ajak sekali – kali ke tempat kerja Saat berada di kantor, beri penjelasan pada si kecil kalau anda pergi ke kantor untuk bekerja. Kenalkan situasi kantor padanya, agar dia paham keberadaan anda sehari - hari
|






