|
|
Balita-Anda OnlinePanduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Balita
|
|
|
|
|
Aggota Online
0 users
and 28 guests
online
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 01 Januari 1970 06:59 |
|
Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. Karena itu dapat dimaklumi betapa sulitnya menemukan seseorang yang secara dini mau mengakui dirinya mengidap penyakit menular seksual, bahkan kepada dokter. Kecuali kalau sudah kepepet.
Sikap demikian mestinya dibuang jauh-jauh bila menyangkut penyakit herpes genitalis alias dhompo. Kalau tidak, pada gilirannya bisa menghancurkan masa depan anak yang lahir dari orangtua pengidap, akibat cacat yang diderita.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 01 Januari 1970 06:59 |
|
SETELAH mengetahui ikan mempunyai kandungan gizi sangat banyak, maka ikan perlu diperhitungkan sebagai sumber zat gizi yang penting. Pola kebiasaan makan ikan seperti pada masyarakat Eskimo dan Jepang memberi petunjuk kuat atas sangat rendahnya kejadian penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya pada masyarakat tersebut.
Penelitian pada kelompok masyarakat yang mengkonsumsi ikan secara kontinyu dan ikan menjadi pangan dominan seperti pada orang Eskimo menunjukkan, jenis lemak di dalam ikan (asam linoleat) setelah melalui proses metabolisme dalam tubuh manusia akan menghasilkan asam lemak yang kemudian dikenal dengan nama omega 3.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 01 Januari 1970 06:59 |
|
Kanker mulut rahim (serviks), tak pelak, merupakan momok yang paling menakutkan bagi semua wanita. Selain belum ada obatnya, kanker mulut rahim juga bisa mengakibatkan kematian. Jenis kanker ini paling sering ditemukan di antara penyakit kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kanker mulut rahim ditandai dengan tumbuhnya sel-sel pada mulut rahim yang tidak lazim (abnormal). Sebelum menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut selama bertahun-tahun. Pada stadium awal, kanker ini cenderung tidak terdeteksi. Pada tahap prakanker atau displasia sampai stadium 1, praktis tidak ada keluhan yang dirasakan. Baru menginjak stadium 1A-3B terdapat keluhan. Salah satu tanda signifikan adalah keluar darah sewaktu berhubungan seks, sedangkan pada stadium 4B, sel kanker mungkin sudah menjalar ke otak dan paru-paru.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 01 Januari 1970 06:59 |
|
Di antara sekian ibu yang berbahagia setelah berhasil melahirkan bayi mereka dengan selamat dan sukses, ada yang malah berduka. Mungkin hal ini agak sulit dipercaya, tapi nyatanya ini memang benar-benar terjadi. Sebagian besar dari mereka yang pernah merasakan gangguan ini menggambarkan perasaan yang mereka alami sebagai perasaan agak sedih, kecewa maupun mudah menangis. Namun, perasaan seperti ini bukanlah sesuatu yang aneh. Beberapa ahli bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.
Hingga saat ini, apa yang menjadi penyebab di balik gangguan ini masih belum berhasil diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang telah dicurigai menjadi pemicunya. Faktor-faktor itu dibagi menjadi faktor emosi dan fisik.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 01 Januari 1970 06:59 |
Gejala tertentu saat hamil kadang butuh pertolongan dokter segera. Jika ibu menemui gejala-gejala berikut ini, itu artinya alarm tanda bahaya telah berbunyi, dan segeralah telepon dokter untuk meminta saran tindakan apa yang seharusnya dilakukan.
- Sakit perut yang hebat atau bertahan lama,
- Perdarahan atau terjadi bercak dari vagina,
- Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atu berdarah.
- Adanya tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
- Pipis yang sakit atau terasa seperti terbakar.
- Sedikit pipis atau tidak pipis sama sekali.
- Muntah berat atau berulangkali, atau muntah disertai sakit atau demam.
- Menggigil atau demam di atas 101 derajat Fahrenheit (38,3 C).
- Rasa gatal yang menetap di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
- Sakit kepala berat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
- Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
- Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.
- Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 2 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, artinya kondisi janin tidak normal
- Trauma atau cedera pada daerah perut.
- Pingsan atau pusing-pusing, dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).
- Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu telepon ke dokter, meski jika tidak sedang hamil.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 47 dari 49 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|