|
Fatherhood
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 14 Januari 2010 12:50 |
|
6 – 8 Bulan
MAKANAN PADAT PERTAMA
Sulit dipercaya betapa cepat bayi anda berkembang. Ia berkembang secara dramatis dari bayi kecil yang anda bawa pulang beberapa bulan yang lalu, dan sekarang ia telah mulai mempelajari kepandaian baru setiap hari.
Antara usia 6 – 9 bulan, ASI (atau susu formula yang diperkaya zat besi) masih menjadi sumber nutrisi bagi bayi anda. Penting untuk diingat bahwa sebagian besar nutrisi yang diperlukan bayi anda tetap berasal dari sumber-sumber tersebut diatas, meskipun anda telah menambahkan makanan padat ke dalam menunya. ASI menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi anda, seperti kalsium, zat besi, protein dan zinc – zat seng.
Meskipun demikian, pada usia ini bayi biasanya membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang kandungan yang ada di dalam ASI (dan susu formula) – dan pada saat inilah, tambahan nutrisi dapat diperoleh dari makanan padat dalam porsi kecil. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI untuk tetap dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Fatherhood
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 08 Januari 2010 07:26 |
|
Pasangan muda yang baru saja memperoleh seorang bayi kadang berharap terlalu banyak. Mereka umumnya membayangkan akan memperoleh bayi lucu dan menggemaskan, seperti yang sering dilihat di televisi atau majalah.
Tetapi, kemudian kekecewaan akan menyelimuti begitu bayi lahir. Karena ternyata tak sebulat dan sehalus yang dibayangkan. Yang ada dalam dekapan adalah bayi dengan kulit keriput dan mata bengkak. Tapi jangan buru-buru kecil hati karena hal itu hanya bersifat sementara. Kira-kira menginjak bulan kedua, kulitnya tak lagi keriput dan bengkak di matanya hilang. Apa saja yang kira-kira tampak "aneh" saat bayi baru lahir?
|
|
Selengkapnya...
|
|
Fatherhood
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 16 Desember 2009 07:45 |
|
Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menentramkan bayi Anda. Pilihlah sesuai kebutuhannya.
Gendong. Gendong ia dalam posisi tegak lurus dengan perut menempel di dada Anda, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi ruangan atau ke ruangan lain. Bisa juga dengan cara meletakkannya di kereta bayi dan dorong perlahan-lahan dengan hati-hati. Jika kondisi Anda tak memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan, sementara Anda duduk di kursi goyang. Goyangan yang lembut akan menenangkannya.
Usap atau tepuk-tepuk lembut. Beberapa bayi dapat ditenangkan hanya oleh sentuhan Anda, tanpa harus menggendongnya. Ia bisa tenang hanya karena ditepuk-tepuk pantatnya atau diusap-usap punggungnya, sambil Anda bersenandung lembut.
Beri sesuatu untuk diisap. Hampir setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap. Beri ia mainan khusus untuk digigit atau bimbing ia menemukan jari-jemarinya untuk dimasukkan ke mulutnya. Bisa juga Anda menggunakan jari kelingking Anda yang sudah dibersihkan untuk ia isap.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Fatherhood
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 14 Desember 2009 07:44 |
|
Ah, bagaimana mungkin? Bayi, kan, belum bisa berbicara. Jangan-jangan nanti dikira enggak waras. Mengapa penting mengajak bayi berbicara?
Jangan takut dianggap tak waras kala Anda mengajak si mungil berbicara. Bayi memang belum bisa berkata-kata, tapi tak berarti ia tak mampu untuk diajak berbicara.
Para ahli menganjurkan orangtua agar mulai mengajak berbicara anak sejak ia lahir dan jangan pernah berhenti. Biasakan untuk selalu mengomentari apa saja yang Anda lakukan terhadap si bayi. Misalnya, saat mengganti popok, memandikan, menyusui, dan sebagainya. Katakan padanya setiap saat tentang apa saja yang Anda lihat di sekeliling Anda, maupun apa yang sedang Anda lakukan untuk diri sendiri seperti membaca atau bahkan memasak.
Pokoknya, ngomonglah apa saja kepada si bayi. Tataplah matanya dan Anda pun akan takjub melihat betapa ia sangat menaruh perhatian selama Anda berbicara. Seringkali ia bereaksi terhadap apa yang Anda katakan, seperti menjerit kesenangan atau cemberut kala ada yang tak disukainya. Tak percaya? Silakan Anda buktikan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Fatherhood
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 14 Desember 2009 07:41 |
|
1. Jangan Gunakan Kata Ganti Bayi kecil masih sulit memahami "aku", "saya", "kamu", atau "dia". Itu bisa berarti ayah, ibu, atau nenek, atau bahkan dirinya sendiri, tergantung dari siapa yang mengajaknya berbicara.
Jadi, sebut diri Anda sebagai "Ibu", "Mama", atau "Bunda", tergantung sebutan yang Anda pakai untuk membahasakan diri Anda kepada si bayi. Begitupun sebutan "Ayah", "Kakek", "Nenek", dan lainnya. Anda dan orang lain pun harus menyebut atau memanggil si bayi dengan namanya.
2. Ajukan Banyak Pertanyaan Penelitian menunjukkan, anak yang orangtuanya banyak berbicara "dengan" mereka dan bukan "kepada" mereka, akan belajar bicara lebih dini. Jadi, beri kesempatan si bayi untuk mengeluarkan suara, apapun jenis suaranya. Salah satunya dengan mengajukan pertanyaan.
Pertanyaannya bisa macam-macam dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Diamkan sebentar setelah Anda mengajukan satu pertanyaan. Tunggu bagaimana reaksinya yang ditunjukkan dengan mengeluarkan berbagai suara. Kala ia merespon, balas kembali. Jikapun ia tak memberi respon, Anda tak usah kecewa. Ajukan saja pertanyaan yang lain.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 of 23 |