Kemarau, Balita Rawan Diare
Senin, 28 April 2008 - Dikirim oleh: admin
Rubrik : Kesehatan Balita/ Anak
Rubrik : Kesehatan Balita/ Anak
Memasuki musim kemarau, balita dinilai rawan terkena serangan penyakit diare ketimbang orang dewasa sehingga masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan bakteri E.coli.
"Kita mememinta masyarakat memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan agar anaknya tidak terkena penyakit diare," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, dr. Hartanto, di Semarang, Sabtu.
Berdasarkan data, mayoritas usia penderita yang terkena penyakit diare di Jateng selama Januari-Desember 2007 berkisar antara 1 tahun-5 tahun, dengan rincian umur kurang 1 tahun sebanyak 43.089 penderita, umur 1-4 tahun (105.306 penderita), dan umur 5 tahun (175.536 penderita).
Karena itu, ia mengimbau jajaran kesehatan perlu intensif meningkatkan penyuluhan untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat, khususnya anak sekolah dengan membiasakan diri mencuci tangan memakai sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.
"Kita telah mempersiapkan rumah sakit (RS) maupun Puskesmas untuk melakukan antisipasi jika suatu saat terjadi KLB penyakit diare yang diperkirakan bakal meningkat pada musim kemarau," katanya.
Ia mengakui, sebanyak 35 kabupaten/kota di Jateng terjadi peningkatan jumlah penderita diare sehingga kabupaten/kota diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus maupun kejadian luar biasa (KLB) diare.
Hartanto meminta Dinas Kesehatan kota/kabupaten di Jateng mengaktifkan sistem kewaspadaan dini KLB diare dan melaporkan kepada Dinkes Jateng jika cenderung terjadi peningkatan kasus diare yang signifikan di suatu desa.
Ia meminta jajaran kesehatan harus melakukan investigasi jika terjadi KLB diare di suatu daerah untuk mengetahui penyebabnya, merespon cepat secara terkoordinir, dan melaporkan ke Dinkes Jateng.
"Kita akan melaksanakan advokasi kepada bupati/wali kota agar mereka mau memperbaiki sanitasi lingkungan yang menjadi faktor risiko terjadinya KLB diare, seperti sarana air bersih, jamban keluarga, sarana pembuangan air limbah, dan pembuangan sampah yang benar," katanya.
KOMPAS/ ABD
Sumber : Antara
"Kita mememinta masyarakat memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan agar anaknya tidak terkena penyakit diare," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, dr. Hartanto, di Semarang, Sabtu.
Berdasarkan data, mayoritas usia penderita yang terkena penyakit diare di Jateng selama Januari-Desember 2007 berkisar antara 1 tahun-5 tahun, dengan rincian umur kurang 1 tahun sebanyak 43.089 penderita, umur 1-4 tahun (105.306 penderita), dan umur 5 tahun (175.536 penderita).
Karena itu, ia mengimbau jajaran kesehatan perlu intensif meningkatkan penyuluhan untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat, khususnya anak sekolah dengan membiasakan diri mencuci tangan memakai sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.
"Kita telah mempersiapkan rumah sakit (RS) maupun Puskesmas untuk melakukan antisipasi jika suatu saat terjadi KLB penyakit diare yang diperkirakan bakal meningkat pada musim kemarau," katanya.
Ia mengakui, sebanyak 35 kabupaten/kota di Jateng terjadi peningkatan jumlah penderita diare sehingga kabupaten/kota diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus maupun kejadian luar biasa (KLB) diare.
Hartanto meminta Dinas Kesehatan kota/kabupaten di Jateng mengaktifkan sistem kewaspadaan dini KLB diare dan melaporkan kepada Dinkes Jateng jika cenderung terjadi peningkatan kasus diare yang signifikan di suatu desa.
Ia meminta jajaran kesehatan harus melakukan investigasi jika terjadi KLB diare di suatu daerah untuk mengetahui penyebabnya, merespon cepat secara terkoordinir, dan melaporkan ke Dinkes Jateng.
"Kita akan melaksanakan advokasi kepada bupati/wali kota agar mereka mau memperbaiki sanitasi lingkungan yang menjadi faktor risiko terjadinya KLB diare, seperti sarana air bersih, jamban keluarga, sarana pembuangan air limbah, dan pembuangan sampah yang benar," katanya.
KOMPAS/ ABD
Sumber : Antara










